Rowan Atkinson alias Mr Bean Dituduh Hambat Penjualan Mobil Listrik di Inggris
(Jakarta, 08/03/24) Rowan Atkinson, seorang aktor, komedian, dan penulis yang terkenal dengan perannya sebagai Mr. Bean di televisi juga merupakan seorang lulusan teknik elektro dengan konsentrasi sistem kendali.
Latar belakang itulah yang kemudian membawa Rowan Atkinson menulis artikel opini di salah satu media asal Inggris, The Guardian pada Juni 2023 lalu.
Dalam artikel tersebut, pemeran Mr. Bean itu menyatakan bahwa ia sudah memakai mobil listrik pertamanya sejak 9 tahun yang lalu, namun ia merasa ditipu dengan klaim mobil listrik yang ‘katanya’ ramah lingkungan.
Berdasarkan pernyataan Volvo di Cop26 climate conference di Glasgow pada 2021, Atkinson berargumen bahwa pada kenyataannya, baterai lithium-ion yang diproduksi untuk bahan bakar mobil listrik justru menyebabkan kadar emisi karbon hampir menyentuh angka 70 persen daripada ketika memproduksi mobil bensin biasa.
Rowan Atkinson juga menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh beratnya baterai lithium-ion yang saat ini digunakan di hampir semua mobil listrik, sehingga dibutuhkan energi yang lebih besar dalam proses produksinya.
Ditambah lagi, Atkinson menyatakan bahwa baterai lithium-ion berumur pendek, yaitu hanya sekitar 10 tahun pemakaian.
Selain itu, komedian tersebut juga menawarkan solusi berupa energi terbarukan lainnya yang ia anggap lebih ramah lingkungan, yaitu hidrogen.
Read More
Namun, seminggu setelah artikel opini dari Rowan Atkinson dirilis, The Guardian juga merilis artikel opini dari Simon Evans, wakil editor dan editor kebijakan senior dari Carbon Brief untuk membantah opini-opini Atkinson.
Evans menyatakan bahwa kesalahan terbesar Atkinson adalah gagalnya komedian tersebut dalam menyadari bahwa kendaraan listrik dapat memberi manfaat lingkungan global yang signifikan.
Ia juga membantah opini Atkinson tentang penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan, karena hidrogen hanya mengurangi emisi karbon sebesar 39 persen dan hanya bisa meningkat hingga 56 persen pada 2030 mendatang.
Akibat opininya tersebut, Rowan Atkinson disalahkan dan dinilai menghambat upaya pemerintah Inggris untuk menghentikan penggunaan mobil berbahan bakar bensin dan diesel sebelum 2030.
Sementara itu, di Indonesia penggunaan kendaraan listrik pun masih menuai pro dan kontra. Hal ini disebabkan oleh adanya daerah di Indonesia yang lingkungannya terdampak akibat dijadikan tambang dan pabrik untuk memproduksi baterai kendaraan-kendaraan listrik tersebut.
Terdampaknya lingkungan di daerah tambang dan pabrik produksi baterai kendaraan listrik itu tentunya bertentangan dengan klaim kendaraan listrik yang ‘katanya’ ramah lingkungan.
———————————————
Connect with Nakama.id:
Website: https://nakama.id
Instagram: @nakama.program
Linkedin: Nakama ID
Youtube: Nakama ID
For further inquiries please email us at program@nakama.id








