OMG, SILICON VALLEY BANK COLLAPSE!!!
Tangerang (17/03/2023) – Beberapa hari belakangan ini kita dihebohkan oleh peristiwa bangkrutnya sebuah bank besar di Amerika Serikat, yaitu Silicon Valley Bank (SVB). Bank yang berfokus pada pendanaan startup ini jatuh setelah 48 jam mengalami krisis modal. Kejatuhan yang sungguh mencengangkan dari Silicon Valley Bank (SVB) ini dimulai ketika para pelanggannya berbondong-bondong menarik seluruh dananya. Hal ini merupakan sebuah peristiwa destabilisasi yang dikenal sebagai bank run atau penarikan dana secara besar-besaran.
Melansir dari CNN, bank yang menyediakan pembiayaan bagi hampir setengah dari usaha AS untuk perusahaan teknologi dan perawatan kesehatan, peristiwa ini menjadi kegagalan terbesar bank di Amerika Serikat sejak Washington Mutual pada 2008 saat resesi hebat terjadi di sana. Krisis Silicon Valley Bank (SVB) ini sendiri memiliki dampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap bank lain di seluruh penjuru dunia.
Salah satunya yang terdampak langsung, yaitu Credit Suisse Bank sebagai bank terbesar kedua di Swiss dan terbesar ke-17 di Eropa, mereka terancam bangkrut usai harga sahamnya anjlok lebih dari 20 persen pada hari Rabu (15/3) lalu. Saham Credit Suisse Bank ditutup setelah menukik ke posisi terendah 24,24 persen dalam sejarah. Beruntung Bank Sentral Swiss menyelamatkan mereka. Saham Credit Suisse Bank langsung melesat 40 persen pada Kamis (16/3/2023) sore setelah satu hari sebelumnya anjlok 24 persen. Kenaikan ini sendiri berkat suntikan dana likuiditas dari Bank Sentral Swiss atau SNB sebesar 50 miliar frank atau Rp 827,9 triliun. Walhasil, saham-saham bank di Eropa pun ikut terkerek.
Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai hingga saat ini tidak ada tanda-tanda kedua peristiwa tersebut di atas akan membawa kericuhan pada ekonomi Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, jika ada arus modal keluar hanyalah respon sesaat pelaku pasar saja.
Ogi menegaskan, masyarakat Indonesia sebenarnya tidak perlu khawatir terhadap fenomena yang terjadi di dunia perbankan Amerika Serikat. Sebab tidak ada dampak langsung yang akan menghantam ekonomi RI akibat kolapsnya Silicon Valley Bank dan Credit Issue Bank tersebut.
Bantuan Pemerintah AS
Kasus ini membuat pemerintah federal Amerika Serikat ikut andil turun tangan dengan menjamin simpanan para nasabah.
Sebagai tanda keseriusan para pejabat dalam menangani jatuhnya SVB, pada Senin, 13 Maret 2023, Presiden Amerika Serikta, Joe Biden mengatakan bahwa sistem perbankan di Amerika Serikat aman. “Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan di atas semua ini,” ujarnya.
——————————————
Connect with Nakama.id:
Website: https://nakama.id
Instagram: @nakama.program | @nakama.id_hub
Linkedin: Nakama ID
Youtube: Nakama ID
â˜Å½ï¸Â 021-50 886 137
For further inquiries please email us at program@nakama.id








