Dua Puluh Tim Muda-Mudi Terbaik Kalimantan Kontribusikan Ide dalam KalFor Youth Innovation 2023
(Kalimantan, 14/12/23) Penguatan Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Hutan di Kalimantan (KalFor) merupakan sebuah proyek yang mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem serta keanekaragamannya yang berada di luar kawasan hutan negara.
Tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan United Nations Development Programme (UNDP) melalui KalFor Project menunjuk secara resmi Nakama.id sebagai event organizer untuk menyelenggarakan KalFor Youth Innovation 2023 untuk menampung ide-ide brilian dari para pemuda Kalimantan dalam rangka mencari solusi untuk mengatasi permasalahan hutan dan lingkungan di Kalimantan.
KalFor Youth Innovation 2023 ini berhasil menjadi program berkelanjutan setelah pertama kali diselenggarakan pada 2020 silam.
Lebih dari 500+ ide telah didaftarkan pada KalFor Youth Innovation 2023, namun hanya 20 tim pemuda yang berhasil melaju ke tahap mentoring bersama para mentor yang ahli di bidangnya.
Keputusan ini ditetapkan melalui proses penjurian yang dilaksanakan pada 21 November 2023 lalu, di Novotel Bogor.
Adapun juri terdiri dari perwakilan Kementerian LHK, UNDP Indonesia, KalFor Project, dan Nakama.id yang mengacu pada Surat Keputusan Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Dirjen PKTL, Kementerian LHK Nomor: SK.17/IPSDH/JIGLHK/PLA.1/10/2023 tentang Penunjukan Tim Juri KalFor Youth Innovation 2023.
Pada hari Kamis, (14/12/23), mentoring minggu kedua berhasil dilaksanakan dengan lancar bersama dua mentor hebat, yaitu Bapak Muhammad Agung Saputra dan Bapak Riki Rijadi.
Tema pertama yang dipaparkan dalam sesi mentoring keempat adalah Critical Thinking and Design Thinking yang dibawakan langsung oleh Bapak Muhammad Agung Saputra dari Surplus Indonesia.
Dalam pemaparannya, Pak Agung menyampaikan bahwa critical dan design thinking akan berbeda pada tiap orang dan/atau industrinya.
Pak Agung juga memberi studi kasus secara riil tentang implementasi critical dan design thinking dalam perusahaannya, Surplus Indonesia yang menawarkan solusi teknologi zero food waste yang menguntungkan dari sisi merchant dan konsumen.
Read More
Sesi kedua dilanjutkan dengan sesi mentoring kelima, yaitu pemaparan tentang Business Model Canvas (BMC) yang disampaikan oleh Bapak Riki Rijadi.
Pak Riki menyampaikan bahwa BMC adalah sebuah tools untuk menggambarkan strategi bisnis yang memungkinkan kita untuk merancang dan mengerucutkan beberapa aspek bisnis menjadi satu strategi bisnis yang utuh.
BMC sendiri terdiri dari sembilan aspek, yaitu customer segment, value proposition, channel, customer relationship, revenue streams, key resource, cost structure, key partner, dan key activities.
“Setiap bisnis harus punya pembeda atau value proposition,” begitu tambah Pak Riki ketika menjawab pertanyaan dari salah satu peserta.
Ide-ide yang diusulkan oleh 20 tim pemuda-pemudi dari Kalimantan pun sangat brilian dan mengesankan.
Seluruh tim ingin menawarkan solusi yang efektif untuk segala masalah lingkungan, mulai dari tingginya tingkat emisi karbon, hingga limbah sisa makanan dari hotel dan restoran.
Sementara itu, rangkaian program KalFor Youth Innovation 2023 masih akan berlangsung hingga Januari mendatang.
Nantikan update selanjutnya tentang mentoring hari kelima di Nakama.id News!
———————————————
Connect with Nakama.id:
Website: https://nakama.id
Instagram: @nakama.program
Linkedin: Nakama ID
Youtube: Nakama ID
For further inquiries please email us at program@nakama.id








