4 Tahapan Minimum Viable Product untuk Hasilkan Produk Terbaik
(Jakarta, 16/02/24) Minimum Viable Product (MVP) dinilai sebagai awal yang baik bagi para startup untuk mulai merancang suatu produk.
Pertama kali diperkenalkan oleh Eric Ries dalam bukunya yang berjudul Lean Startup, konsep MVP ini merupakan sebuah produk baru yang fitur-fitur sederhananya mampu memberikan solusi terhadap permasalahan pelanggan.
Dengan produk yang sederhana, diharapkan perusahaan dapat mengumpulkan insight dari pelanggan tentang aspek apa saja yang perlu diperbaiki.
Terdapat 4 tahap untuk melakukan Minimum Viable Product, di antaranya:
1. Pahami masalah yang ingin diselesaikan
Guna menciptakan suatu produk yang diterima di masyarakat, hal utama yang harus dilakukan tentunya adalah memahami masalah apa saja yang dihadapi oleh potential customer. Dengan begitu, produk akan dipasarkan secara tepat sasaran dan bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi pelanggan.
2. Pecahkan masalah dengan cara yang paling sederhana
Setelah memahami masalah yang ingin diselesaikan, cari cara yang paling sederhana untuk mengoperasikan produk yang ingin dibuat. Hal ini dilakukan supaya terhindar dari kerugian akibat terlalu banyaknya resources yang digunakan.
Read More
3. Buat prioritas yang tepat mengenai fitur-fitur dalam produk
Menentukan prioritas yang tepat tentang fitur-fitur dalam produk yang akan dibuat bisa dimulai dari menentukan fungsi utama dari produk tersebut. Dari sana akan didapatkan unsur esensial untuk produk tersebut untuk kemudian ditawarkan kepada pelanggan.
4. MVP sebagai batu loncatan
Jika Anda berpikir bahwa MVP dibuat untuk memperoleh keuntungan secara cepat, maka Anda harus membuang pikiran tersebut. MVP pada dasarnya dibuat untuk mendapatkan feedback dan insight dari para pelanggan atau pengguna agar terus dapat menciptakan inovasi-inovasi baru yang bisa memecahkan masalah yang dialami oleh pelanggan.
Konsep MVP sendiri dibuat untuk menciptakan ruang yang lebih leluasa dalam pengembangan inovasi-inovasi dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan.
Sebagai contoh, Gojek sebagai aplikasi ojek online pertama di Indonesia muncul dengan fitur berupa transportasi untuk mengantar pelanggan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Kemudian, secara bertahap Gojek mulai mengembangkan fitur-fitur produknya berdasarkan insight yang telah mereka kumpulkan ketika mereka merilis aplikasi Gojek untuk pertama kalinya.
———————————————
Connect with Nakama.id:
Website: https://nakama.id
Instagram: @nakama.program
Linkedin: Nakama ID
Youtube: Nakama ID
For further inquiries please email us at program@nakama.id








